Menambah Ilmu Pengetahuan dengan Belajar di Tempat Bersejarah

Mata pelajaran sejarah selalu dikaitkan dengan pembelaran dengan metode ceramah dan membosankan. Metode belajar sejarah berbeda yaitu dengan mengunjungi langsung tempat-tempat bersejarah di Kota Ketapang mulai di lakukan oleh siswa kelas X jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMK Negeri 2 Ketapang. Siswa kelas X tersebut berjumlah sebanyak 28 orang. Kunjungan ke tempat-tempat bersejarah dilaksanakan pada tanggal 26 April 2024 di Keraton Kerajan Matan Ketapang dan Makam Kramat 7.

Keraton Matan merupakan Keraton bekas Kerajaan Tanjungpura yakni salah satu kerajaan Melayu tertua di Kalimantan Barat yang sudah ada sejak abad ke-8. Berada tepat ditepian sungai Pawan yang merupakan sungai terbesar di Kabupaten Ketapang, tepatnya di Jalan Pangeran Kesuma Jaya, Kelurahan Mulya Kerta, Kecamatan Benua Kayong, kota Ketapang, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Kondisi saat ini Keraton Matan dipergunakan sebagai museum yang menampilkan berbagai memorabilia koleksi istana, seperti singgasana sultan dan permaisurinya, foto sultan dan keluarganya, kain tenun khas kerajaan, tempat tidur Panembahan Gusti Muhammad Saunan, aneka batik kuno, serta benda-benda dan peralatan-peralatan peninggalan Kesultanan Tanjungpura lainnya, tersimpan dengan baik di dalam istana.

Tempat yang kedua yang di datangi adalah Makam Kramat 7. Makam keramat 7 adalah kompleks pemakaman tua yang merupakan tempat dimakamkannya kerabat Kesultanan Matan. Pada hari hari tertentu, seperti hari-hari besar Islam, komplek makam ini selalu ramai dikunjungi pengunjung. Alamat dari makam Kramat 7 di Jalan Pangeran Kusuma Jaya, Kelurahan  Mulia Kerta,Kecamatan Benua Kayong,Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. kebanyakan mengunjungi untuk keperluan ziarah dan ada juga bertujuan untuk meneliti sejarah yang ada di makam keramat 7.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pengalaman yang menggugah semangat belajar Sejarah bagi siswa-siswi di SMK Negeri 2 Ketapang, mendorong mereka untuk lebih mendalami dan menghargai Sejarah yang ada di kota Ketapang. Dengan begitu, mereka dapat menjadi generasi yang paham akan nilai-nilai Sejarah dan dapat meneruskannya kepada generasi berikutnya.

Oleh : Ernawati, S.Pd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *