SMKN 2 Ketapang Selenggarakan Workshop Pengembangan KOS SMK Pusat Keunggulan

SMK Pusat Keunggulan merupakan salah satu program prioritas dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Pendidikan Vokasi) Kemendikbud pada tahun 2021 ini. Program ini lahir sebagai upaya pengembangan SMK dengan program keahlian tertentu agar mengalami peningkatan kualitas dan kinerja. Tentunya, pencapaian tersebut harus diperkuat dengan adanya kemitraan dengan dunia kerja

Sebagai salah satu SMK yang ditunjuk sebagai pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) pada tahun pelajaran 2021/2022 ini, SMKN 2 Ketapang mengadakan Workshop Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOS) SMK Pusat Keunggulan pada tanggal 28,29 Oktober dan 1 November 2021, bertempat di ruang aula pertemuan SMKN 2 Ketapang. Pada workshop ini menghadirkan pembicara dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian yaitu Bapak Wahyu Kuncoro, S.St.Pi.,M.Si.

Bapak Wahyu Kuncoro, S.St.Pi.,M.Si pada saat workshop memaparkan mengenai bagaimana cara memahami prinsip penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan, memahami proses penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan, mengembangkan modul ajar, pengimplementasian P5BK, serta memahami perencanaan, pelaksanaan dan pengolahan asesmen/penilaian pada kurikulum SMK PK.

Trisno, ST, selaku Waka Bidang Kurikulum SMKN 2 Ketapang menyampaikan dalam penyelenggaraanya, kurikulum operasional sekolah perlu menjadi dokumen yang dapat menjadi referensi dalam keseharian,direfleksikan dan terus dikembangkan. Pada kegiatan ini ia memaparkan proses penyusunan KOS SMKN 2 Ketapang yang terdiri dari 1) Menganalisis konteks karakteristik Satuan pendidikan 2) Merumuskan Visi Misi dan Tujuan 3) Menentukan Pengorganisasian Pembelajaran 4) Menyusun Rencana pembelajaran dan 5) Merancang pendampingan, Evaluasi dan Pengembangan Profesional.

Melalui Workshop ini diharapkan akan tersusunnya KOS SMKN 2 Ketapang yang berorientasi pada penguatan kompetensi, karakter, dan budaya kerja yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Serta terciptanya kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

 

Oleh : Fajar Heryadi, S.Pd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *