SMKN 2 Ketapang Cetak Duta Agen Perubahan Anti Perundungan di Sekolah

Perundungan atau Bullying adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik, maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tak berdaya.

Sebagai SMK Pusat Keunggulan SMK Negeri 2 Ketapang meluncurkan Program Kegiatan Anti Perundungan atau bullying yang di laksanakan pada tanggal 6 s/d 9 Oktober 2021 bertempat di Aula SMKN 2 Ketapang. Kegiatan ini diikuti oleh 30 siswa/i yang telah dipilih dan nantinya bisa menjadi fasilitator dan agen perubahan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala SMK Negeri 2 Ketapang, Erini, SP. M.M.Pd. Dalam sambutannya beliau menyampaikan  salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan sebagai Sekolah Pusat Keunggulan adalah Sosialiasi dan Penerapan Anti Perundungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan SMKN 2 Ketapang bisa bebas dari praktik perundungan, sehingga terciptanya proses pembelajaran yang nyaman dan aman bagi siswa.

Acara ini diisi oleh 3 pemateri yaitu Ibu Herlisa Virsianti, SH Perwakilan dari Komisi Perlindungan Daerah (KPAD) Kabupaten Ketapang, Bapak Burhanudin, S.Pd.I selaku Waka Kesiswaan dan Ibu Rossita, S.Pd selaku Koordinator Bimbingan & Konseling SMKN 2 Ketapang.

Kegiatan tersebut dimulai dengan memberikan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan kepada siswa/i agen perubahan mengenai dampak dan penanganan terhadap tindak Perundungan dan Kekerasan di lingkungan sekolah. Siswa yang menjadi peserta sosialisasi dan penerapan anti perundungan (bullying) nantinya dipersiapkan menjadi fasilitator dan agen perubahan sehingga bisa meminimalisir dan mencegah perundungan di lingkungan sekolah.

Waka Kesiswaan SMKN 2 Ketapang, Burhanudin, S.Pd.I mengatakan  bahwa program ini sangat penting, mengingat masih terdapat tindakan perundungan/bullying di lingkungan tempat tinggal atau sekolah, sehingga menimbulkan dampak negatif bagi siswa. Lebih lanjut beliau mengatakan, sebagai langkah awal kami mencetak 30 agen perubahan duta anti perundungan dan tindak kekerasan perwakilan tiap-tiap kelas. Dari siswa/i ini nantinya kita harapkan bisa menjadi penggerak kepada rekan-rekannya untuk mensosialisasikan dan mencegah aksi-aksi perundungan.

Setelah 30 siswa/i ini mengikuti bimtek, selanjutnya akan dikukuhkan sebagai Duta Agen Perubahan yang nantinya akan melakukan sosialisasi tentang anti perundungan. Selain mencegah melakukan perundungan bagi diri sendiri, para siswa/i ini juga menjadi perpanjangan tangan guru untuk mencegah terjadinya perundungan di kalangan siswa dilingkungan SMK Negeri 2 Ketapang.

Semoga melalui kegiatan ini SMK Negeri 2 Ketapang dapat  terbebas dari segala bentuk tindakan perundungan/bullying di lingkungan sekolah.

#SMK Bisa #SMK Hebat

 

Oleh : Fajar Heryadi, S.Pd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *